Magister AFI UIN Sunan Kalijaga Perkuat Moderasi Beragama melalui Mujahadah dan Pengajian Selapanan di Magelang

Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta turut hadir dalam kegiatan Mujahadah dan Pengajian Selapanan Malam Jumat Wage yang diselenggarakan di Pendopo Merapi, Rumah Dinas Bupati Magelang, pada Kamis malam, 21 Mei 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menjadi ruang silaturahmi keagamaan sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Ketua Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga, Dr. H. Muhammad Fatkhan, M.Hum., hadir sebagai pemberi tausiyah. Ia menyampaikan ceramah dengan tema moderasi beragama, sebuah tema yang dinilai penting di tengah kehidupan masyarakat yang semakin majemuk.

Kehadiran Dr. Muhammad Fatkhan dalam forum tersebut menjadi bagian dari realisasi kerja sama antara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kerja sama tidak hanya diwujudkan dalam bentuk dokumen formal, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Dr. Muhammad Fatkhan menekankan bahwa moderasi beragama bukan berarti melemahkan keyakinan seseorang terhadap agamanya. Sebaliknya, moderasi beragama merupakan cara beragama yang meneguhkan iman, menjaga akhlak, serta membangun hubungan sosial yang damai dan saling menghormati.

Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki kekayaan tradisi, budaya, dan praktik keagamaan yang beragam. Karena itu, keberagamaan yang moderat menjadi kunci penting dalam menjaga kerukunan sosial. Sikap moderat tidak hanya dibutuhkan dalam ruang akademik atau pemerintahan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Moderasi beragama mengajarkan kita untuk beragama secara sungguh-sungguh, tetapi tetap menghargai perbedaan. Beragama tidak boleh melahirkan sikap merasa paling benar sendiri, apalagi sampai merendahkan kelompok lain,” demikian pesan utama yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.

Kegiatan mujahadah dan pengajian selapanan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun kehidupan keagamaan yang inklusif. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan perspektif keilmuan, sementara pemerintah daerah memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

Bagi Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian akademik kepada masyarakat. Keilmuan aqidah, filsafat Islam, tasawuf, dan pemikiran keislaman tidak hanya dikembangkan di ruang kuliah, tetapi juga perlu dihadirkan dalam forum-forum sosial-keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.

Melalui forum seperti pengajian selapanan, Prodi Magister AFI dapat ikut memperkuat pemahaman keislaman yang sejuk, reflektif, dan kontekstual. Hal ini sejalan dengan komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam mengembangkan kajian Islam yang terbuka, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Merapi tersebut diikuti dengan khidmat oleh para jamaah. Suasana pengajian berjalan hangat, religius, dan penuh kekeluargaan. Tradisi mujahadah yang dipadukan dengan pengajian tematik menjadi ruang penting untuk memperkuat spiritualitas sekaligus membangun kesadaran sosial masyarakat.

Dari perspektif Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa moderasi beragama perlu terus disampaikan melalui bahasa yang dekat dengan masyarakat. Moderasi tidak cukup hanya menjadi wacana akademik, tetapi harus diterjemahkan ke dalam praktik hidup bersama, baik dalam keluarga, lingkungan sosial, lembaga pendidikan, maupun pemerintahan.

Kerja sama antara UIN Sunan Kalijaga dan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan lanjutan. Di antaranya melalui pengajian, pelatihan, riset, pengabdian masyarakat, serta forum-forum dialog keagamaan yang melibatkan akademisi, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat luas.

Dengan keterlibatan dalam kegiatan Mujahadah dan Pengajian Selapanan Malam Jumat Wage ini, Prodi Magister Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam ruang-ruang sosial keagamaan masyarakat. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membumikan ilmu, memperkuat kerja sama kelembagaan, serta merawat kehidupan beragama yang damai, santun, dan moderat. (admin)