Magister AFI UIN Sunan Kalijaga Bekali Mahasiswa Baru dengan Wawasan Akademik dan Budaya Kampus
foto bersama saat pelaksaan
YOGYAKARTA — Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berpartisipasi aktif dalam kegiatan Sosialisasi Pembelajaran dan Orientasi Mahasiswa Baru Program Magister (S2) dan Doktor (S3), pada 6–8 Februari 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam tersebut berlangsung di Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan kegiatan kebersamaan di Pantai Goa Cemara, Bantul.
Bagi Program Studi Magister AFI, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sistem pembelajaran, kurikulum, visi keilmuan, serta budaya akademik kepada mahasiswa baru. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran yang utuh mengenai proses pendidikan yang akan dijalani selama menempuh studi pada jenjang magister.
Mahasiswa baru Magister AFI memperoleh sejumlah materi yang berkaitan dengan kehidupan akademik dan kemahasiswaan. Materi tersebut meliputi sosialisasi sistem pembelajaran, sosialisasi PLT, sosialisasi kode etik mahasiswa, pencegahan kekerasan seksual dan perundungan, pengenalan core values UIN Sunan Kalijaga, kurikulum program studi, serta visi dan misi universitas, fakultas, dan Program Studi Magister AFI.
Pengenalan kurikulum menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai struktur perkuliahan, proses pembelajaran, penyelesaian tugas akademik, penelitian, hingga tahapan penyusunan tesis. Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa merencanakan studi secara terarah sejak semester awal.
Selain materi akademik, mahasiswa memperoleh sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan kampus. Materi ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dan program studi dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, saling menghormati, dan terbebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Mahasiswa juga dibekali dengan pengetahuan mengenai kode etik akademik dan kemahasiswaan. Pembahasan mencakup sikap dan tanggung jawab mahasiswa, integritas akademik, etika berkomunikasi, serta pentingnya menjunjung kejujuran dalam perkuliahan dan penulisan karya ilmiah.
Materi mengenai tips dan strategi belajar di perguruan tinggi turut disampaikan kepada para peserta. Mahasiswa Magister AFI didorong untuk membangun kemandirian belajar, memperkuat budaya membaca, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mengembangkan keterampilan menulis dan berdiskusi secara akademik.
Kegiatan orientasi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara mahasiswa baru, mahasiswa senior, dosen, dan pengelola program studi. Interaksi tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana akademik yang terbuka, komunikatif, dan kolaboratif di lingkungan Program Studi Magister AFI.
Rangkaian kegiatan di Pantai Goa Cemara menjadi ruang kebersamaan bagi para peserta setelah mengikuti berbagai sesi pembekalan. Dalam suasana yang lebih santai, mahasiswa baru dapat saling mengenal sekaligus membangun solidaritas sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam berharap mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik, memahami arah dan karakter keilmuan program studi, serta menjalani proses pendidikan secara disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab.