Seminar Ruang Digital Islam

foto bersama
Senin, 25 November 2019 LISAFA, lembaga kajian kemahasiswaan Program Magister (S2) Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, mengadakan seminar dengan tema Ruang Digital Islam: Prospek Riset Bagi Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam. Menurut, ketua panitia seminar tersebut, Akram Adabi, tema ini sengaja diangkat karena kegelisahan intelektual teman-teman mahasiswa magister AFI dalam karir masa depan dan prospek ke-Ushuluddinan di masa mendatang. Setidaknya ada pencerahan dan pengalaman yang didapat oleh mahasiswa dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini mengundang tiga narasumber yang berkecimpung di dunia digitalisasi, yaitu Sekretaris Prodi Ilha Dr. Saifuddin Zuhri, M.A, Dosen LB Fadly Luqman, M.Hum, P.hD. dan Aktifis Medsos Anifatul Jannah, MA. Selain itu, turut hadir Presiden Mahasiswa Ikatan Keluarga Mahasiswa Paskasarjana, Alis Mukhlis dalam sambutannya ia mengapresiasi kegiatan ini dan bercerita keberlangsungan Organisasi Magister Lisafa yang menjadi wadah bagi mahasiswa Afi, tentu hal ini perlu kita aktifkan bersama-sama kedepan. Tegas mengintruksi Ketua Umum demisionir KMNU UIN Suka tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut adalah para civitas akademik Magister kaprodi Aqidah Filsafat Islam dan Sekretaris Prodi berserta mahasiswa AFI. Dalam pembukaannya, Dr. H. Zuhri, S. Ag, M.A Ketua Prodi Magister Fakultas Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Uin Sunan Kalijaga. Beliau sangat menyambut baik serta menjelaskan pentingnya acara ini dalam meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa dan peluang sharing ilmu di ruangan tertutup dan nyaman. Beragam hal yang dijelaskan dan diberikan oleh nara sumber dijadikan sebagai bahan tambahan wawasan dalam menjadikan mahasiswa semakin terarah dan menyambut baik digitalisasi Islam ini.
Untuk bisa berkiprah di dunia sosial adalah sangat mudah dengan menulis dan ikut di event-event semisal AICIS Kemenag yang kemarin kebetulan mengangkat tema Digitalisasi Islam. Setidaknya mahasiswa yang hadir ini bisa ikut AICIS Tahun 2020. Hal tersebut dijelaskan oleh Syaifuddin Zuhri AlQudsy.
Seluruh mahasiswa sudah menggunakan HP dan laptop, aktif bermedsos, dan mengikuti arus perubahan dunia digitasisasi terutama dalam kajian studi islam. Oleh karenanya, dalam kesempatan ini untuk berupaya melakukan kajian-kajian diruang digital menjadi bagian diskursus baru dan hangat di era Islam kekinian.
Sedangkan pemateri kedua Fadly Luqman, dosen lulusan Jerman, menjelaskan pengalaman ketika melakukan riset selama ini. Kajian digitalisasi perlu aktualisasi dan keseriusan dalam membaca medsos dan menciptakan pembaca aktif yang bisa melakukan banyak riset terutama dalam kajian al-Quran dan Hadis.
Dilanjutkan dengan Mbak Anif, begitu disapa, beliau menyampaikan bagaimana peluang baru bagi muslimah dalam menginterpretasi alquran dan Hadis dalam media. Dengan bahasa sederhana setelah banyak membentuk interaksi, selanjutnya yaitu menjadi subyek di media sosial. Acara ini ditutup dengan bersua foto antara peserta seminar dengan ketiga pemateri. Namun sebelum itu, diadakan sesi tanya jawab oleh moderator, Atropal Asparina. Ada beberapa penanya yang mengajukan kepada ketiga pemateri. (RZI)